Popular Posts Today

Diberdayakan oleh Blogger.

Menguji Suatu Hubungan Keluarga

Written By Emdua on Selasa, 27 Maret 2012 | 00.53

Menguji Suatu Hubungan Keluarga Seberapa cocok Anda dengan pasangan? Seberapa besar keinginan dia dan Anda untuk saling menyesuaikan diri terhadap kepribadian masing-masing? Untuk menjawabnya secara tepat, Anda dan dia harus terjebak dalam "situasi penguji".

Tepatnya, situasi yang memancing perbedaan pendapat dan berujung konflik. Faktanya, konflik bisa membuat hubungan Anda dengan pasangan semakin kuat.

Tapi, juga ada kemungkinan lain, konflik membuat Anda dan pasangan menyadari kalau hubungan sebaiknya berakhir dengan perpisahan. Cobalah analisis kecocokan Anda dengan pasangan saat terjebak dalam empat situasi ini. Masalah yang muncul akan jadi penguji yang nyata.

1. Perjalanan panjang

Berdua saja dalam mobil selama berjam-jam, bukan hanya aura kemesraan yang akan muncul, tapi juga aura konflik. Mulai dari alat global positioning system (GPS) yang tak berfungsi, si dia yang menyetir dengan kecepatan tinggi, Anda yang cerewet, kelelahan, bosan, semuanya berakumulasi.

Pertengkaran biasanya sulit dihindari, hanya ada Anda dan dia. Dari situasi ini akan terlihat bagaimana Anda dan pasangan mencari cara untuk membuat perjalanan menyenangkan dan mengatasi masalah. Atau mungkin sebaliknya, pertengkaran yang muncul justru membuat perjalanan seperti "neraka".

2. Kehilangan barang

Laptop, iPad atau mungkin mobil hilang, situasi kehilangan barang berharga selalu membuat panik dan emosi naik. Rasa kesal, kecewa dan marah akan membuat seseorang lebih mudah mengeluarkan umpatan pada orang-orang di sekitarnya.

Akan terlihat bagaimana Anda dan pasangan mengatasi masalah ini. Bisa saling mendukung dengan mencari solusi dan menenangkan atau sebaliknya, malah saling menyalahkan.

3. Pilihan tempat kencan tak memuaskan


Bosan dengan tempat yang biasa dikunjungi, Anda dan pasangan pun mencoba tempat makan baru. Tapi sayangnya makanan di tempat tersebut mengecewakan. Lapar dan makan makanan yang tidak enak memang menyebalkan. Tak heran kalau keluhan pun keluar yang bisa berujung konflik.

4. Opini teman

Menjaga kemandirian adalah salah satu faktor suksesnya sebuah hubungan. Artinya, kebersamaan Anda dan pasangan tak lantas membuat kehidupan pribadi masing-masing terkekang. Ia bisa tetap bergaul dengan teman-temannya, begitu juga Anda.

Pasti akan ada situasi, di mana Anda membawa pasangan dan memperkenalkannya pada teman serta sahabat, dan begitu juga sebaliknya. Kemampuan adaptasi Anda dan si dia akan diuji dalam situasi ini.

Sebagai teman dan sahabat pastinya mereka memiliki opini sendiri. Saat pasangan tak menyukai teman dan sahabat Anda, atau sebaliknya, konflik pasti tak terhindari. Lihatlah bagaimana proses saling menyesuaikan diri. Menguji Suatu Hubungan Keluarga
00.53 | 0 komentar | Read More

Pria Benci Dengan Ucapan berikut

Written By Emdua on Jumat, 16 Maret 2012 | 03.41

Pria Benci Dengan Ucapan berikut Anda mungkin sudah paham kalau pria dan wanita berkomunikasi dengan cara berbeda. Tak heran jika maksud baik yang ingin disampaikan seringkali berakhir konflik, hanya gara-gara perbedaan gaya komunikasi. Terutama, dalam hubungan asmara.

Tokii, sebuah situs yang membahas peningkatan kualitas hubungan, mencoba mencari perbedaannya. Dan, menemukan kata-kata yang paling tak disukai pria, ketika terlontar dari mulut pasangannya.

"Kita butuh untuk bicara" adalah empat kata yang dibenci pria. Memang terdengar biasa saja, tapi menurut survei yang dilakukan Tokii, seperti frase yang meluncurkan seribu kata putus.

Percakapan yang awalnya berkesan hangat, bagi pria bisa berubah jadi mengerikan, saat empat kata tersebut diucapkan. Hasil survei menunjukkan bahwa 89 persen pria langsung berprasangka buruk ketika pasangannya berkata, "Bisa kita bicara," atau "Kita butuh untuk berbicara". Sementara, persentase wanita hanya 61 persen.

Perbedaan lain pria dan wanita dalam hubungan adalah perilaku agresif. Dalam hal ini, sikap dalam menghadapi konflik. Wanita ternyata lebih agresif dalam usaha untuk mengatasi masalah dalam hubungan.

Sebanyak 54 persen wanita mengaku ingin menyelesaikan masalah dan membahasnya secara tuntas sesegera mungkin. Sementara, 44 persen pria mengaku cenderung ingin menghindari masalah dan tak mau membahasnya.

Dalam beberapa hal terkait komunikasi, wanita dan pria memang berbeda. Namun, ada persamaan yang harus Anda catat. Pria dan dan wanita sama-sama setuju kalau komunikasi yang baik, akan membuat kehidupan seksual juga dalam kondisi baik dan memuaskan.

Faktanya, sebanyak 32 persen wanita dan 28 persen pria mengaku, kehilangan hasrat bercinta ketika tidak mampu berkomunikasi dengan pasangannya. Jadi, sesulit apapun, usahakan untuk tetap menjaga komunikasi dengan pasangan.
03.41 | 0 komentar | Read More

Manfaat Olahraga Sore Hari

Written By Emdua on Rabu, 07 Maret 2012 | 05.12

Manfaat Olahraga Sore Hari  Olahraga pagi sering dianggap lebih efektif. Menurut para pakar kesehatan, olahraga pagi hari bisa meningkatkan metabolisme, sehingga mampu mengatur tubuh untuk membakar lebih banyak kalori sepanjang hari. Bahkan, saat Anda beristirahat pun tubuh masih membakar kalori. Selain itu, udara pagi masih bersih sehingga terasa lebih nyaman saat Anda berolahraga di luar ruangan.

Namun jika Anda bukan termasuk orang yang mudah bangun pagi, olahraga pada sore atau menjelang malam hari pun tak kalah efektif. Bahkan, ada empat keuntungan yang Anda dapatkan:

Anda lebih banyak memikirkan konsekuensi dari tindakan Anda. Sore hingga malam hari umumnya memang kerap diisi aktivitas seperti ngopi-ngopi atau makan bersama teman-teman, atau bersantai di depan TV. Namun ketika Anda merencanakan latihan sepulang kantor, aktivitas yang serba memanjakan diri tersebut akan berkurang. Anda pasti tak akan makan berlebihan sebelum berlatih aerobik atau yoga. Setelah latihan, Anda juga cenderung menjaga apa yang Anda makan, karena tak ingin semua upaya Anda untuk latihan menjadi sia-sia, kan?

Tidur lebih nyenyak. Jika Anda tergolong orang yang baru "hidup" menjelang malam, latihan olahraga akan membantu mengeluarkan energi pada puncak produktivitas Anda sepanjang hari. Setelah latihan, tubuh yang lelah membuat Anda cepat mengantuk. Hasilnya, Anda bisa tidur lebih pulas dan bangun dalam kondisi lebih segar.

Lebih mudah jadi kebiasaan. Banyak orang yang merasa terpaksa ketika harus bangun pagi untuk olahraga. Akibatnya, Anda sulit menjadikan olahraga pagi sebagai kebiasaan. Apalagi jika malam sebelumnya Anda baru begadang. Kalau memang ini yang terjadi, sudahlah, jangan dipaksa. Lebih baik, coba untuk olahraga pada sore hari. Anda tidak harus ke gym untuk olahraga sore. Anda bisa latihan sendiri di rumah, berenang di kolam renang di kompleks perumahan, jogging, bulutangkis, atau apa saja yang Anda sukai untuk membuat tubuh berkeringat.

Memulihkan diri dari stres sepanjang hari. Ini keuntungan yang paling utama. Bila sepanjang hari Anda sudah ditempa beban pekerjaan, stres karena hasil kerja Anda tidak memuaskan atasan, atau merasa pinggang dan punggung pegal karena duduk di depan komputer sepanjang, tak ada yang lebih melegakan ketimbang memulihkan diri melalui olahraga. Cukup latihan satu jam atau bahkan 30 menit, stres akan mereda dan membuat Anda mampu berpikir lebih jernih mengenai apa yang Anda alami sepanjang hari. Atau sebaliknya, Anda jadi mampu melupakan hal-hal yang menimbulkan stres. Tubuh yang lelah usai latihan, lagi-lagi membuat tidur Anda lebih nyenyak!
05.12 | 0 komentar | Read More

Jatuh Cinta Dimualai dari Otak

Written By Emdua on Selasa, 06 Maret 2012 | 05.51

Jatuh Cinta Dimualai dari Otak Jatuh cinta berjuta rasanya. Jantung berdegup kencang, perasaan seperti dipermainkan, merasa bahagia di satu menit kemudian gelisah di menit-menit berikutnya. Penelitian terbaru mengungkap bahwa perasaan bungah atau bahagia maupun gelisah saat jatuh cinta berasal dari otak.

Dalam sebuah studi kecil, peneliti mengobservasi otak 10 perempuan dan 7 laki-laki yang mengaku sedang gila karena cinta. Semua sukarelawan memiliki hubungan asmara yang berumur antara 1 bulan hingga 2 tahun.

Observasi dilakukan dengan teknik Magnetic Resonance Imaging (MRI). Peneliti menunjukkan foto pria atau wanita yang dicintai oleh sukarelawan kemudian menganalisis otak sukarelawan saat melihat foto itu.

Peneliti menemukan bahwa setiap sukarelawan bereaksi ketika melihat foto pasangannya, tercetus perasaan emosional karena aktivitas bagian otak yang biasa bertanggungjawab dalam soal motivasi dan penghargaan.

"Cinta yang begitu menggebu berpengaruh pada bagian tertentu pada otak. Bagian ini juga aktif ketika seseorang ketagihan obat terlarang," kata Arthur Aron, peneliti yang juga seorang psikolog di State University of New York.

Dengan kata lain, ketika jatuh cinta, setiap orang bisa memburu orang yang dicintai, menjadi stalker di jejaring sosialnya serta mengais informasi apapun seperti sedang menggunakan kokain.

Peneliti mengungkapkan bahwa cinta adalah emosi terkuat dalam diri manusia. Otak manusia telah diprogram untuk memilih dan memenangkan pasangan, kadang dengan cara yang sangat ekstrim untuk menarik perhatian.

"Anda bisa merasa bahagia saat jatuh cinta, tapi juga bisa merasa gelisah. Orang lain menjadi target dalam hidup kita," tambah Lucy Brwon dari Albert Einstein College of Medicine New York yang juga terlibat studi.

Brown mengatakan, bagian otak yang terkait dengan penghargaan, disebut pusat kesenangan, menjadi bagian terpenting bagi manusia untuk survive.

"Ini membantu kita untuk merasakan bahagia," cetus Brown, seperti dikutip Livescience, Minggu (12/2/2012).

Lalu bagaimana setelah berhubungan lama? Apakah perasaan cinta bisa memudar dan memengaruhi respon otak? Hasil studi lain yang dilakukan Aron pada 10 wanita dan 7 pria yang sudah menikah selama 21 tahun menunjukkan bahwa mereka masih mencintai pasangannya. Peneliti menemukan bahwa pada pasangan yang sudah lama berhubungan, bagian otak tetap teraktivasi jika melihat foto pasangannya.

"Untuk kebanyakan orang, formula standar adalah penurunan secara gradual pada cinta yang sekedar nafsu, tetapi ada peningkatan pada ikatan," jelas Aron.

Tumbuhnya ikatan memungkinkan pasangan bersama dalam jangka waktu lama untuk membesarkan keturunannya. "Kebanyakan mamalia tidak membesarkan anak-anaknya bersama, tetapi manusia melakukannya," ungkap Aron.

Meski demikian, Aron mengakui bahwa perasaan cinta bisa berkurang. "Selama cinta masih ada, kita terbiasa dalam hubungan dan tidak takut pasangan meninggalkan kita. Jadi, kita tidak sefokus saat kita jatuh cinta," jelasnya.
05.51 | 0 komentar | Read More

Cure Diabetes with Sperm

Written By Emdua on Jumat, 22 Juli 2011 | 23.49

A number of scientists in the United States develop insulin production techniques using sperm stem cells. These findings continue to be refined to be useful in treating people with type 1 diabetes.

Diabetes occurs due to damage to cells that produce insulin in the pancreas, so that the body loses its ability to regulate blood sugar levels.

Professor Ian G Gallicanp daro Georgetown University Medical Center, Washington DC, change the early precursors to human sperm, called spermatogonial stem cells (SSCs), a beta-islet cells.

-Islet beta cells have the ability to produce insulin, which is generally produced in the pancreas. When injected into mice, these cells successfully regulate blood sugar levels in the body of the mice.

As quoted from the pages of the Guardian, Gallicanp trial team presented the results at the annual meeting of the 'American Society for Cell Biology' in Philadelphia.

"Without stem cells, adult or embryonic forced to produce sufficient insulin to cure diabetes in humans. But, but we know SSCs have the potential to do what we want, and we know how to develop it," said Gallicano.

Gallicanp and his team do the extraction of human SSCs from the testicles of the deceased. "From the testicles, these cells will form three germ layers in a few weeks and will develop into tissue in the body," he said.

Of the approximately one gram of testicular tissue from humans, researchers produce about one million stem cells. These cells showed the content of biological marker that is identical to beta-islet cells, producing insulin.

Tues was then grafted onto the body of rats. This has been engineered mice have no immune system so that blood levels decreased. After obtaining a cell grafts for a week, the mice began to have the ability to produce insulin to regulate blood sugar levels.

Researchers continue to develop its findings. They experimented for humans, at least in men with type 1 diabetes, may use his own testicles tissue to produce insulin replacement. They are also testing the ability of stem cells in the female egg cell.
23.49 | 0 komentar | Read More

Watermelon potent Overcome Hypertension

High blood pressure or hypertension became popular in urban disease, who tend to have high stress levels. This needs attention as a seed of potential cardiovascular disease such as stroke, heart attack, and even kidney failure.

So, how to fight hypertension? Before you succumb to chemical drugs, try the natural way. Pilot study at Florida State University shows the power of the watermelon as a powerful weapon to combat hypertension.

FSU Assistant Professor, Arturo Figueroa, and Professor Bahram H. Arjmandi, involved in the study had found that the amino acid content of watermelon mampi improve arterial function and lowers blood pressure in the aorta.

As quoted by the Times of India, a study conducted on four men and five postmenopausal women aged 51-57 years. For six weeks, all participants received regular intake of watermelon extract. Researchers then analyzed the effect on blood pressure.

"These findings indicate that watermelon has a good effect during the period of prehypertension, which is a symptom of hypertension before," said study author who publish in the American Journal of Hypertension.
23.47 | 0 komentar | Read More

How To Get Powerful Sleep Well

One day, your body needs to sleep for eight hours. It aims to restore power after the activity. In addition, to refresh your body so that all organs of the body is always working prime.

When you get to sleep deprivation, this will affect the health. According to health experts, quoted from the Health, the body that lack of rest will cause feelings of anxiety, depression, and even affect concentration.

The problem is, sometimes, to get to sleep for eight hours a day, is difficult because of habit or because of the many problems of life. But, if you really want to have rest time comfortable enough, you can try the following tips;

- Create a regular bedtime routine

You can set your own body's natural cycle by creating a routine of sleeping and waking. Adjust sleep schedules. Follow it consistently.

- Make sure the beds comfortable

If you've been waking up every time the body feels stiff and sore, better check your mattress and pillows. Comfort of the bed also helps you get enough sleep.

- Do most of the drinking water at night

- Avoid alcohol

- Do not smoke

Nicotine contained in cigarettes may interfere with your brain system and can damage sleep patterns.

- Play soft music

- Stretch the muscles

- Wake up at the same time every day

- Do not drink caffeinated beverages

Caffeine, especially in coffee drinks, tea, and or other soft drinks, will stimulate you remain awake. So, should avoid if you want to get a good sleep.

- Light yoga

Good also if you can do yoga or other forms of relaxation to help reduce stress. This will make your mind at ease so they can fast asleep.
23.43 | 0 komentar | Read More

Laughter is the Sports

Exercise keeps the body fit. However, if you do not have time to do it, could you make your body fit through laughter? A study in the United States revealed that laughter seems to have a similar effect of exercise.

Based on studies conducted a number of researchers Loma Linda University Schools of Allied Health, laugh not only able to lower production of stress hormones, but also boost immunity, lower cholesterol, and blood pressure.

The study involved 14 healthy volunteers for three weeks. To see the effects of laughing, they were asked to select and watch a 20-minute video. Anyone got a video genre of humor (eustress), other films that sparked tension (distress). During the study, researchers routinely measure blood pressure, also took blood samples of volunteers each before and finished watching the movie.

The analysis showed, volunteers who watched the movie suspenseful no change in beneficial. Meanwhile, those who watched a funny video experience changes in blood pressure and improved health conditions.

"The results of this study demonstrate a variety of modulation and the response of the body due to repeated laughing together with the influence of regular exercise," said Dr.. Lee S. Berk, an expert in psychoneuroimmunology, which is involved in the study. The study results presented at the conference 'Experimental Biology' 2010
23.42 | 0 komentar | Read More

Food should not be eaten Gout Sufferers

Inflammation of the joints caused by the buildup of uric acid often causes excruciating pain. This pain usually occurs on the big toe. But pain can also occur in the ankle, knee and hand.

Uric acid attacks can occur within days or months. Men and obese people are the group at high risk for uric acid. Actually, the pain caused by gout can be prevented by adjusting the diet.

There are some foods that you should not consume or at least reduce the portions that pain caused by gout can be prevented. What are these foods?

- Shellfish fan
To reduce the risk of gout pain, you should reduce the consumption of shellfish fan. Similarly, as disclosed Lona Sandon, an assistant professor of clinical nutrition at the University of Texas Southwestern Medical Center, USA.

"Marine animals one is very rich in purines, which by the body will be broken down into uric acid. If you want to eat, should not be too much," Sandon said, as quoted from Health.com

- Beer
Drinking beer will increase the risk of gout attacks up to two-fold. Not only increased uric acid but also makes the body more difficult to clean from the system. If you really want to drink, choose wine. Drinking beer will only make the pain worse uric acid.

- Red meat
Not all meat has the same levels of purines. White meat is usually healthier than red meat. Actually it does not matter if you eat meat, but make sure not too often.

- Sweet drinks
Avoid consumption of sugary drinks like soda contains high fructose or fruit juice packaging. Artificial sweeteners contained in it will make the body produce more uric acid. Research also shows men who eat lots of high fructose drinks exposed to higher risk of uric acid.

- Asparagus
Asparagus, cauliflower, spinach and mushrooms contain more purines than other vegetables. But if you do not eat too much, no problem. According to Sandon, the body is actually easier to remove purines derived from plant materials.
23.40 | 0 komentar | Read More

Chocolate contains theobromine

Chocolate has long been known to have many health benefits due to the high antioxidant content. The content of this can protect the skin from damage.

Not only that, chocolate also contains theobromine, which can relieve cough, especially coughing in a long time and continuous or persistent.

Scientists now have reached the final stage of clinical testing on drugs that contain theobromine, a natural ingredient found in cocoa and chocolate. If the experiment is successful, these drugs can be marketed within the next two years, was quoted by the Daily Mail.

This study was made because more and more people suffer from persistent coughing. More than seven million Britons suffer from a cough that lasts continuously or lasts more than two weeks. Cough accompanied by asthma symptoms and their heat.

Meanwhile, most cough medicines are available only to soothe the symptoms, rather than deal with the cause. Drugs like this much criticized because it has side effects, like drowsiness. So, there are fears of side effects caused by codeine-based medicine, which uses chemicals similar drugs.

Research conducted at London's National Heart and Lung Institute, found that theobromine, 33 percent more effective against coughs than codeine. These natural ingredients work directly on the vagus nerve, which is responsible for persistent cough.

In addition, research in South Korea also showed that theobromine has no such side effects common to other drugs.
23.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger